Wednesday, October 19, 2016

Role-play Teori Hildegard Peplau

Posted by Iconic at 8:57 PM 0 comments

Fase Orientasi
Di fase ini, pasien menyadari mereka membutuhkan bantuan professional, pasien bisa saja merasa takut dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan dirinya.
Di fase ini, peran perawat adalah masih menjadi orang asing atau stranger role. Perawat perlu menjelaskan diri mereka, menerapkan batasan-batasan dan berusaha memperoleh kepercayaan dari pasien.

Di suatu pagi di sebuah rumah sakit, seorang perawat datang ke sebuah kamar tempat rawat inap. Di kamar tersebut terdapat seorang pasien yang baru saja masuk ke rumah sakit karena pingsan ketika ingin berangkat menuju kantor. Pasien tersebut baru saja tersadar dari pingsannya.

Perawat :  Selamat pagi Ibu. Saya (Nama Perawat). Permisi ya Bu saya mohon izin untuk memeriksa keadaan pasien.

Ibu Pasien: Pagi suster. Iya sus, saya Ibu (Nama), Ibunya. Silahkan sus.

Perawat: Baik Ibu.

Perawat: Selamat pagi, saya (Nama Perawat) yang akan menjadi perawat anda di shift pagi ini. Anda baru saja dimasukkan ke rumah sakit karena ditemukan pingsan oleh keluarga anda beberapa saat yang lalu. Bagaimana keadaan anda sekarang ini?

Pasien : Pagi suster, saya (nama pasien). Kepala saya masih terasa sakit sus. Ada apa dengan saya?

Perawat: Anda akan baik-baik saja, Pak. Kadar gula dalam darah anda yang rendah menyebabkan anda kehilangan kesadaran.

Pasien: Oh begitu ya sus. Terima kasih banyak suster.

Perawat: Baik, Pak. Saya akan melakukan beberapa pemeriksaan ya, Pak.

….

Nanti dokter akan menemui anda beberapa saat lagi untuk memeriksa keadaan anda lebih lanjut, saya akan mendampingi anda. Bapak kalau membutuhkan apapun atau ingin bertanya silahkan bertanya dengan saya ya pak, tekan saja bel yang ada di dekat tempat tidur bapak. Saya permisi dulu ya Bu, Pak.

Pasien & Ibu Pasien: Iya, terimakasih banyak suster.


Fase Identifikasi
Pada fase ini, pasien menyadari mereka dapat mempercayai perawat untuk membantunya. Pasien dengan penyakit yang cukup berat mungkin akan merasakan ketakutan di fase ini. Perawat disini dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa mereka akan selalu membantu pasien dan berupaya yang terbaik untuk kesembuhan pasien. Peran perawat sebagai leader (leadership) sangat penting di fase ini karena pada fase ini perawat harus bisa membimbing pasien.

Perawat: Selamat Siang, (Nama Pasien). Bagaimana Pak keadaanya siang  ini?

Pasien: Pagi Suster. Saya sedih sekali sus, dokter baru saja mengatakan kalau saya mempunyai penyakit diabetes. Kakek saya juga sakit diabetes dan saya melihat kalau penyakit itu sangat tidak enak. Saya jadi bingung saya harus seperti apa.

Perawat: Iya, saya mengerti Pak. Saya disini akan membantu bapak untuk membantu bapak dalam proses menuju kesehatan bapak. Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk merawat bapak. Dokter juga akan mencoba pengobatan yang terbaik yang bisa dilakukan, karena itu kami mohon kerja sama dari bapak agar melakukan pengobatan sesuai dengan yang telah dianjurkan.

Pasien: Iya suster, terimakasih banyak. Saya butuh bantuan suster, saya senang suster mau membantu saya.


Fase Ekploitasi
Di fase ini, pasien dan perawat sudah menuju ke tujuan agar pasien bisa sembuh, keluar dari rumah sakit dan beraktivitas kembali. Pasien mungkin akan kesulitan untuk menjadi mandiri nantinya ketika sudah tidak bersama dengan perawat. Pada fase ini juga dapat ditemukan peran perawat sebagai teacher atau pengajar yang memberikan pasien informasi bagaimana menjaga dan merawat kesehatannya.

Perawat 1: Selamat Sore Pak, saya dan teman saya sore ini akan megajarkan bapak bagaimana bapak dapat mengecek kadar gula darah bapak nantinya ketika bapak dirumah ya pak.

Perawat 2: Sore, Pak. Saya (nama perawat).

Pasien: Selamat sore suster. Wah saya harus periksa sendiri ya sus nantinya?

Perawat 2: Iya betul Pak. Biar bapak bisa menjaga kadar gula di darah bapak tetap di batas normal, bapak harus dengan rutin melakukan pengecekan.

Pasien: Waduh, kalau saya tidak bisa bagaimana sus? Saya takut jarum. Kalau saya datang kesini setiap ngecek gula darah bisa sus?

Perawat 2: Tidak bisa begitu, Pak. Sudah tugas kami untuk mengajar bapak harus, nanti kalau bapak minta tolong dengan orang rumah juga bisa. Ibunya bapak juga bisa ikut belajar sekarang biar bisa membantu bapak nanti dirumah.

Ibu Pasien: Iya sus, saya juga akan belajar biar nanti saya yang tolong anak saya.

Perawat 1: Iya Ibu, Bapak juga pasti bisa kok, Pak. Lama-lama akan terbiasa dan tidak akan sakit lagi, caranya juga mudah Pak.

Pasien: Baik kalau begitu sus. Iya saya juga ingin cepat keluar dari rumah sakit.


Fase Resolusi
Pada fase terakhir ini, pasien sudah siap untuk keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah. Fase ini adalah proses memutus atau melepas hubungan antara pasien dan perawat. Sebelum pasien keluar, perawat juga harus memastikan bahwa pasien siap untuk merawat dirinya sendiri dengan baik dan benar sesuai dengan penyakitnya.

Perawat 2: Pagi Pak, hari ini bapak diperbolehkan pulang ya? Pasti bapak senang ya sudah bisa kembali ke rumah.

Pasien: Iya sus, saya senang bisa kembali. Tapi sus, saya takut saya tidak bisa menjaga kadar gula darah saya nantinya dirumah.

Perawat 2: Bapak harus menjaga cara makan bapak dirumah nanti ya pak. Tentunya bapak tidak boleh banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa tinggi, bapak harus mengurangi porsi nasi dan karbohidrat lainnya. Kalau bapak nanti dapat menjaga makan bapak pasti bapak akan baik-baik saja. Jangan lupa juga untuk rutin meminum obat yang diberikan dokter dan selalu memonitor kadar gula darah bapak seperti yang sudah diajarkan.

Pasien: Iya sus. Saya akan mencoba mencari tipe diet yang sesuai dengan saya agar gula darah saya bisa selalu normal. Terimakasih banyak ya suster untuk semua informasinya.

Perawat 2: Tentu, Pak. Dengan senang hati saya membantu.


Demikian 4 fase proses-interpersonal seperti yang sesuai dengan teori Hildegard Peplau. Di dalam fase-fase ini terdapat juga peran-peran perawat seperti yang telah dijelaskan. Peran sebagai stranger ketika pasien pertama masuk ke RS, peran sebagai teacher/pengajar contohnya tadi ketika perawat mengajarkan cara mengecek gula darah, narasumber ketika memberikan informasi, konselor ketika perawat membantu pasien dengan keluhannya, wakil/pengganti ketika perawat melakukan asuhan keperawatan dan peran sebagai leader ketika perawat membimbing pasien agar dapat menjaga diri sendiri dan tidak bergantung secara terus menerus dengan perawat.
 

A Journal of The Random Minded Ones Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos