Saturday, July 30, 2016

1.168km Away

Posted by Iconic at 12:00 PM 0 comments

Hi there,
If you’re reading this then it must’ve been a month since the day you left.

Icon pernah bilang ya kan yos, pasti sedih ya kalo jadi yang ditinggal, kalo kita perginya bareng gitusih gapapa, nggak kerasa soalnya sama-sama sibuk.
Mikirnya sih Icon bakalan ke Manado, Yoshua di Batam. Ternyata Tuhan nggak bilang iya soal Icon jadi dokter, and that’s okay.


And I’m the one who stay,

and it’s true, it’s absolutely a bittersweet moment for me, for us maybe, but just let me be selfish this time because I’m gonna tell you how it feels to be me at that time, I am excited for you, for everything that you can do ,that I know you couldn’t when you’re still here, and oh dear, you should be too.
I believe there’s a lot of things you can achieve and learn in your new place, just do it, and I’ll be waiting for the stories about how you made it in the end of the day.


I’ve had just enough time with you,
2 years and 3 months of us, and you were one of my high-school sweethearts, my bestfriend and my eat-everything-partner that I’m so thankful about lol. We've had enough time, there's a lot of good memories of you in my mind.

June 30th’16,
It was the day when you left.
I remember that day, it was 3 am in the morning and I was crying, not because of you, I swear to God I don’t even care about you (well at first), but because at that time my post-op friggin wisdom tooth was hurt as fudge. I had a fever and a very weeeiiirddd dream (katanya gigi gua dibawa kapal dan setiap kapalnya pergi gigi gua bakal sakit banget sumpah, it was horrible) because of the pain that night.
Well, thank God for obat anti sakit dari dokternya which btw makes me sleepy as hell. I made it that day.

I didn’t cry that day, or the day after, or even the day after that,
I never cry since the day you left this town. Not even once.

Susah sih emang awalnya, Yoshua yang awal-awal masih sibuk pindahan, beresin rumahnya, kesana kemari ngurusin kuliah, dan lain sebagainya, susah liat line, dan Icon gabut banget dirumah nggak bisa kemana-mana dan tanpa disadarin pun diawal-awal Icon sempet marah, entah yoshua sadar atau nggak, and I was a fool, I was being selfish, entah gua marah sama apa, nggak jelas, akhirnya pun gua sadar, udah saatnya buat kita ngejalanin hidup masing-masing, to fight for our dreams, harus ngebiasain diri karena itu belom apa-apa.
Nantinya Icon bakalan kuliah dari pagi sampe sore, Yoshua kerja dari pagi sampe sore dan malemnya kuliah, entah kapan kita bisa ngobrol gajelas lagi. Tapi gapapa, kalo emang Tuhan mau kita sama-sama pasti akan terus ada jalan.
Tanggal 1 Yoshua udah mulai kerjanya, udah kuliah juga. Semangat kamu maz-maz gembul, kita ngobrolnya minggu aja gapapa kok nyahahaha.
Hah anyway, lu balik gua udah jago nyuci yos, liat aja. Lu sukses gua juga sukses. Nanti ya 4 tahun lagi, yoshua S.E , Icon S.Kep terus sekolah dulu lagi setaun:’)
Tepati janji lu ya beliin playdoh nanti.


.

.

This screenshot was taken when you said that they sell penguin-meat there in Batam and i ...... somehow, believed it.

.


I missed you, I would say with all of my heart but my fat is bigger than my heart so, I missed you with all of my fat.

.

I think I would cry if I ever see you again.

.


Anw,
People asked,
“Are you okay?”

I am fine, I’m getting used to it.

I’m  just trying to get back to the life before him, which I barely even remember.

Well, anywaaay, we both have interesting journey to face in front of us, we’ll be just fine, aren’t we, Yos?

Monday, July 4, 2016

Cheers! (going into college, SBMPTN, new dreams)

Posted by Iconic at 2:22 PM 0 comments
I honestly don’t know where to start, there’s so much going on these days;

Maybe it all started a few years ago, when everyone will ask “what you gonna be when you grow up?” and I will immediately say, “a doctor!”

Mungkin kalo kalian nanya pertanyaan yang sama ke gua sekarang, jawaban gua nggak bakal sama kayak yang diatas, gua akan jawab, “gua mau kerja buat Tuhan, jadi apapun yang dia mau.” 

Cliché much?

I know nothing in this wild-wild-world.

Oh iya, itu bukan karena hasil test yang mengatakan gua nggak lolos Fakultas Kedokteran, iya gua nggak lolos seleksi but anyway,
sebelum gua test pun gua bakal jawab seperti yang udah gua sebutkan, sekali lagi bukan karena itu bentuk berserahnya gua biar Tuhan bisa kasian sama gua atau apa, selama gua belajar buat test itu, gua mulai mikir apa bener yang Tuhan mau ini, kenapa gua ragu? 
Bukan mau sombong, biasanya feeling gua selalu kuat mengenai suatu hal, I know when something’s wrong.
Gua pun mencoba untuk melihat ke gambaran yang lebih besar lagi, what’s life all about? Apa yang gua mau, apa yang akan membuat gua bisa pake potensi yang Tuhan kasih dengan sepenuhnya?

And I just realized that life’s so much more than that. 
Kita yang orangtuanya mendukung kita biar bisa sekolah, oh believe me, kita harus sangat sangat bersyukur, kita jauh jauh sangat lebih beruntung dari banyak banget orang di dunia yang bisa masuk SMP aja udah syukur, banyak banget juga yang lulus SMA dipaksa nikah sama orangtuanya atau kerja karena tuntutan ekonomi yang buat mereka jadi ngga bisa ngelanjutin kuliah, dan ngga sedikit juga yang masih berpikiran “buat apa sekolah tinggi-tinggi?”.

Semua ini demi apapun bukan pembelaan diri dan bukannya gua juga jadi ngga mau ngelanjutin sekolah, tapi cuma ngingetin aja ketika lo merasa gagal ada baiknya menjauh sedikit dan liat ke gambaran yang lebih besar, it works for me. Tuhan ngajarin anak-anaknya buat kuat dan sabar, nggak ada yang janjiin hidup enak dan serba gampang.

Mungkin banyak yang bakal mikir gua nggak berjuang keras buat dapetin mimpi gua yang udah gua cita-citakan dari umur 5 tahun itu. Idk, mungkin kalian ada benarnya, mungkin tidak, whatever helps you sleep at night people cannot be pleased anw, cuma gua dan Tuhan yang tahu pergumulan yang sudah gua lewatkan. 2 tahun lalu kira-kira diwaktu yang hampir-hampir sama, gua bergumul dengan kenyataan kalo sepertinya gua nggak bisa masuk jurusan IPA karena aduh yang namanya matematika dan fisika itu bener-bener deh untuk seorang Icon kayak nggak jodoh gitu, gua inget gua berdoa setiap malem memohon-mohon bilang, “Tuhan kalo emang Tuhan mau aku jadi dokter pasti Tuhan yang buka jalan”

Tuhan nggak bisa diajak tawar menawar.

Dan akhirnya si Icon masuk IPA, disaat temen-temen gua yang gua yakin nilainya lebih bagus daripada gua itu ada yang nggak bisa masuk IPA. Tuhan baik.
Waktu itu gua punya 2 pilihan untuk pindah sekolah kalo nggak masuk IPA atau masuk IPS dan cari yang lain, gua kepikiran psikolog since I love to read people thoughts and everything, tapi ternyata Tuhan nggak bawa gua kesitu. Semenjak itu gua makin yakin kalo emang Tuhan mau gua jadi dokter karena gua sendiri pun udah janji gelar dokter gua itu buat orang yang ngebutuhin, bukan untuk uang dan sekedar prestige-nya bisa jadi anak FK.

Semakin kesini tiba-tiba ada perasaan ragu, gua selalu takut untuk ngakuin gua ragu karena harapan keluarga gua biar gua jadi dokter itu sangat besar, gua lebih takut ngecewain keluarga daripada diri gua sendiri, so I did it anyway. But thank God for my mom, mama yang tadinya being pushy about me masuk kedokteran, mama bilang gapapa kalo gua emang nggak mau. Cuma dari mama aja gua sudah merasa saaaangaaat lega, tapi tetep sih gua bingung sama apa yang sebenernya Tuhan mau, tapi apalah artinya rencana manusia dibandingkan rancangan Tuhan?

I personally think that being a doctor, it takes more than just a smart brain and a kind heart of a person, it takes your whole life dedication, jadi dokter itu nggak sekedar jadi dokter tapi itu pengabdian seumur hidup dan itu soal hidup mati banyak orang, bukannya takut, I really wanted to do that for a long time, temen-temen deket gua pun tau kerjaan si Icon nontonin prosedur operasi, ngeliat proses-proses yang orang bilang serem dan bikin jijik but I found it interesting like how amazing is that seriously tho, tapi bisa bilang apa kalo Tuhan anggap belom qualified enough?
Emang bisa coba di swasta, tapi ya pertama gua nggak mau nyusahin orangtua karena biaya yang mahal banget itu dan gua juga nggak mau maksain jadi dokter karena gengsi cita-cita 12 tahun gua, gua nggak mau jadi dokter yang nggak berkualitas karena nantinya otak gua nggak mampu, itu soal hidup dan mati orang lain, kita tau kalo di Indonesia ini fakultas kedokteran udah banyak tapi dokter berkualitasnya nggak sebanding, banyak cap negatif yang kayak “dokter indo mah nyari duit, dikit-dikit operasi ya gimana orang kuliahnya mahal”.

So, for what it’s worth, I really hope that teman-teman yang Tuhan jawab doanya bisa masuk kedokteran, jangan disia-siakan karena banyak orang diluar sana yang pengen banget ada di tempat kalian, dan gua sendiri sih berharap kalo kalian jadi dokter jadi yang berkualitas yang emang mau melayani dan bukan karena alasan kayak biar keren atau kayaknya asik aja jadi dokter, punya tujuan di dalam dunia kesehatan Indonesia, they need you, this country needs you.

And now what? Is it hurt? 
Honestly tho, sebelum hari pengumuman itu gua sudah tahu apa yang bakal jadi hasilnya, boleh kalian sebut gua pesimis atau apa, tapi gua tahu kemampuan diri gua sendiri, kalo emang gua bisa gua pasti masih berharap dan di SMA pun gua biasanya tahu kalo nilai ulangan gua bakal remed atau nggak heheh tapi ya kesel juga sih kalo iya. Bahkan gua kelas 10 sering banget nggak belajar buat ulangan karena entah gua tahu aja kalo ulangannya nggak jadi, dan biasanya sih bener hehe.
Terus jadi pas hari pengumuman itu paginya jam 9 gua ada operasi cabut gigi bungsu, yang ternyata astaga pas efek biusnya udah ilang itu sakit banget sampe kaget, pipi gua sampe sekarang pun masih bengkak nyahahah, jadi gua udah sama sekali nggak peduli sama hasilnya, sampai sekarang pun nggak gua buka, mama yang buka terus mama cuma bilang “ade ngga keterima, mama yang bukain” tanpa ngasih liat juga, karena itu lagi mau ngasih gua obat hahaha.

Sakit? Sakit giginya sih hehehe, yaaa sakit sih bagian harus melepas mimpi gua yang umurnya udah 12 tahun itu dan pastinya sedih karena gua nggak memenuhi keinginan keluarga besar and I’m so sorry for that, tapi Tuhan udah siapin yang jauh lebih baik, dan gua sangat yakin kalo yang ini. Akhirnya pun gua yang harus jalanin semuanya, memang bener saat-saat krusial dalam hidup manusia itu harus dijalanin sendiri, kalo terus-terusan mau ikutin orang kamu kapan hidupnya, banggain keluarga itu pasti harus dilakuin tapi banggain juga bukan berarti harus ngikutin strict gitu, berhasil itu nggak terpaku sama suatu hal dan banyak definisinya.

Dan soal PTN PTS, gua sendiri coba PTN karena soal biaya masuk kedokteran swasta yang mahal itu, istilahnya di PTN aja lumayan apalagi di swasta jadi karena tau diri ya maunya di PTN, bukan karena papa mama nggak mampu, I believe they will do anything for me to get what I want for my Dad once said, “nggak usah mikirin uangnya, ade kalo mau masuk situ ya masuk aja”. Aduh gua nggak mau banget udah ngabisin duit tapi cuma jadi dokter pas-pasan maksa.
Jadi gua sih percaya PTN PTS itu sama aja, bukan kampus yang nentuin kualitas seorang manusia, manusianya sendiri kan yang nentuin, mau sepinter apapun kalo cuma rajin pas mau SBMPTN doang pas udah masuk leyeh-leyeh ya sama aja kan dan gua juga penganut keras kalo hidup nggak secetek kuliah, PTN/S, atau soal jadi apa, tapi soal ngebentuk karakter karena ilmu juga nggak cuma teori, the way you treat people, the way you face your problems, the way you solve them, and the way you find your own happiness, that’s what matters the most.

Gua semangat banget buat ngejalanin semuanya, dan ohiya, gua coba masuk S1 Keperawatan, jadi janji gua untuk melayani itu masih bisa gua wujudkan.
Gua semangat untuk lihat hebatnya kerja Tuhan di hidup gua ke depannya, emang awalnya gua takut buat ganti mimpi tapi sekarang nggak sama sekali for I have the most powerful thing in this world, blessings. I’m beyond blessed to experience such a wonderful years, and I believe there are more years to come. I’m shooo excited that the best is yet to come, masih panjang perjalanannya, gua mau jalan-jalan, mau nulis buku, mau belajar musik, mau jadi guru sekolah minggu lagi, mau ketemu banyak orang, mau main make up biar bisa makeup-in orang, mau koleksi lipstick dan highlighter, mau kerja, mau ketemu yoshua lagi ahahah, mau volunteer ke daerah-daerah, mau berbuat sesuatu yang berguna buat orang lain, mau kurus dulu, mau warnain rambut tapi nanti ajadeh hehe nanti alay, mau baca buku sebanyak-banyaknya, mau bikin orang seneng, mau punya apartement, mau belajar masak, mau beli kamera buat vlog, dan maunya sih ngelakuin semuanya selama masih muda, sebelum 30 tahun deh hehehe.


Iya, hidup itu nggak secetek satu kali kegagalan.

Dan ohiya, I want to live my life to the fullest untuk ngerasain kegagalan gua di tahun-tahun mendatang sebelum gua berhasil sukses nantinya.

Cheers,
Icon soon to be a nurse-writer-cook-freelancer-mua-etc,
xx
 

A Journal of The Random Minded Ones Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos